TAHUN BARU, MUDAH-MUDAHAN MENDAPAT HAL YANG BARU

Kamis, 25 Agustus 2011

SPIRIT OF SUCCES

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa etos kerja Bushido merupakan pilar sukses ekonomi Jepang di kancah dunia. Etos kerja ini mengajarkan tujuh prinsip, yakni: Gi - keputusan yang benar diambil dengan sikap yang benar berdasarkan kebenaran; jika harus mati demi keputusan itu, matilah dengan gagah, sebab kematian yang demikian adalah kematian yang terhormat: Yu - berani dan bersikap kesatria: Jin - murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama: Re - bersikap santun, bertindak benar: Makoto - bersikap tulus yang setulus-tulusnya, bersikap sungguh dengan sesungguh-sungguhnya dan tanpa pamrih: Melyo - menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan, serta Chugo - mengabdi dan loyal.

Begitu pula keunggulan bangsa Jerman, menurut Max Weber, rahasianya terletak pada etos kerja Protestan yang terdiri dari enam prinsip, yakni: bertindak rasional, berdisiplin tinggi, bekerja keras, berorientasi pada kekayaan material, menabung dan berinvestasi, serta hemat, bersahaja dan tidak mengumbar kesenangan. Memang, kita banyak melihat produk-produk kedua negara itu membanjiri dunia dengan mutu kelas satu. Mulai dari otomotif, farmasi, elektronika, telekomunikasi, permesinan, kosmetika hingga fashion.

Pertanyaan yang menggoda adalah sejauh mana kelemahan etos kerja bangsa Indonesia menjadi sebab dari dari runtuhnya sistem ekonomi dan politik republik tercinta? Saya sendiri berpendapat, di sinilah letak kelemahan utama bangsa kita. Artinya, selama ini kita membangun di atas pondasi yang rapuh. Namun, kita sangat ambisius membangun gedung tinggi. Pada ketinggian tertentu ia akan rubuh sendiri, ditambah lagi terpaan gelombang globalisasi yang datang menerjang, maka habislah bangunan kita luluh lantak.

Tanpa penelitian ilmiah ala Weber sekalipun, kita mudah melihat betapa rapuhnya etos kerja bangsa ini. Bangsa kita begitu mengutamakan bungkus daripada isi. Penampakannya relatif beragam, mulai dari kegemaran memakai gelar-gelar sarjana murahan, penampilan dan asesori berlebihan, praktek mark-up, besar pasak dari tiang demi gengsi hingga jor-joran dalam pesta kawin. Bangsa kita juga malas bekerja keras. Lihatlah wajah pendidikan di negeri ini! Nyontek saat ujian, fotokopi skripsi hingga ijazah palsu. Di dunia ekonomi, begitu meriah pagelaran bisnis rente alih-alih bisnis riil, menyogok dan korupsi, jalan pintas via dukun, mau kaya via lotere, undian berhadiah hingga penggandaan uang ala Danasonic atau Kospin.

Bangsa kita pun lebih suka menerima dan mengkonsumsi daripada memberi dan berproduksi. Penampakannya, doyan utang, malas beramal, jika beramal juga biasanya punya pamrih ekonomi, politik dan sosial, penikmat hal-hal yang belum saatnya atau hal-hal terlarang lainnya, dan sebagainya. Tidak cukup ruang di sini untuk membicarakan etos negatif lainnya. Anda bisa membaca lebih lengkap dalam "Manusia Indonesia" karya Mochtar Lubis sekitar 25 tahun yang lalu. Bagi saya, cukuplah alasan
untuk mengatakan bahwa dengan etos kerja yang begitu lemah, maka dalam gelanggang pertandingan antarbangsa, ibarat main ular tangga, bangsa Indonesia akan selalu kembali ke kotak awal (square one).

Maka melalui media ini saya mengajak Anda segenap warga bangsa yang cinta Indonesia untuk mengubah nasib kita dan anak cucu kita di masa depan. Cukuplah sudah 1948, 1965, dan 1998! Biarlah abad ke-21 ini dan abad-abad sesudahnya menjadi abad keemasan nusantara, yaitu tatkala Republik Indonesia dapat menjadi wahana rahmat bagi rakyatnya, tetangganya, bahkan seluruh dunia. Bagaimana caranya? Marilah kita mengambil tekad dan komitmen baru untuk menjadi manusia moral secara de-facto. Itu berarti kita harus memaknai segala sesuatu secara spiritual, termasuk kerja, uang, dan jabatan. Marilah kita sadari bahwa pertama-tama kita adalah mahluk moral baru kemudian menjadi mahluk biologis, psikologis dan sosio-ekonomis.

Hendaklah kita ingat bahwa tanpa unsur pokok moral itu, maka manusia tidak lebih cuma hewan cerdas, sekelas di atas simpanse. Akan tetapi, dengan moralitas, Anda dan saya menjadi mahluk langit, milik Tuhan, kekasih Ilahi Robbi, tak terhingga jaraknya dari hewan terpandai sekalipun. Dari Kitab-kitab Suci, kita sudah belajar bahwa manusia berasal dari Tuhan, hidup oleh Tuhan, dan berakhir pada Tuhan. Maka seharusnya motto abadi kita adalah Dari Tuhan oleh Tuhan untuk Tuhan.

Saya yakin bahwa kesadaran dan penghayatan tuntas akan motto di atas akan memberi Anda motivasi tiada tara. Berhadapan dengan kekuatan ini, motivasi Maslow cuma seperti lampu 5 watt di depan matahari. Dengannya kita akan memiliki unlimited energy for living, sehingga kita bisa living to the fullest. Inilah yang saya maksud dengan reviving the spirit of success. Olehnya, rasa takut akan sirna, kebimbangan menguap dan kekhawatiran akan lenyap. Maka kita pun akan mahardika (sangat kuat) karena hidup kita berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam dan bersama Tuhan.

Jadi, izinkanlah saya menantang Anda untuk membiarkan roh mahardika, yaitu roh keberhasilan dalam diri Anda, milik Tuhan itu, untuk tumbuh menyemai ke luar. Saya yakin bahwa kita tak punya andalan apa-apa lagi di masa krisis ini. Jangankan bertindak signifikan, mengerti apa yang sedang terjadi saja kita sudah tak mampu. Sejumlah eksekutif sudah mengaku pada saya, "Pak Jansen, I am totally confused!" Bingung total! Padahal kecerdasan mereka di atas rata-rata. Saya tidak berkata agar jangan memakai otak. Justru sebaliknya gunakanlah rasio Anda seintensif mungkin. Apalagi menurut majalah Humor, otak orang Indoneisa paling jarang dipakai sehingga harganya di pasar second hand sangat tinggi. Akan tetapi, jangan otak saja. Sekarang kita butuh the spiritual side of ourselves menjadi energi dan poros penggerak supernatural menghadapi krisis besar ini. Dengan energi From God By God For God inilah kita mampu menampilkan delapan Etos Kerja Profesional. Tanpa etos itu, saya pesimis kita bisa selamat dari krisis ini. Andaipun selamat, kelak kita bakal kembali ke square one lagi. Maka marilah. Sebab jika tidak sekarang, kapan lagi? Jika bukan oleh Anda, siapa lagi?

Sumber: Reviving The Spirit of Success 10.98 oleh Jansen Sinamo, Direktur Jansen Sinamo WorkEthos Training Center

MEMBERI SEMANGAT


Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu. Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya.
Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.


SUMBER : UNKNOWN

Selasa, 23 Agustus 2011

INDAHNYA SEBUAH PUJIAN

Saat seorang melakukan sesuatu yang tak pernah ia lakukan, pada saat itu pula dia akan pamer dan akan merasa bangga, bahwa dia ternyata mampu melakukannya. Nah disaat itulah dia membutuhkan sebuah sugesti maupun pujian untuk membesarkan hatinya, bahkan lebih besar lagi untuk menambah kepercayaan pada dirinya.
Namun seringkali pujian jarang sekali dilontarkan kepada orang terdekat kita. padahal dengan pujian yang kita sampaikan sebenarnya membantu dirinya untuk menumbuhkan motivasi dari dalam dirinya sendiri. inggatlah wahai saudaraku bahwa dengan meluangkan waktu kita satu menit untuk memberikan pujian kepada orang terdekat kita, maka kita sudah mebantu kehidupan seseorang dimasa yang akan datang.

salam sahabat sejati
Saya ; MUHAMMAD "ALFARISY" BALKINI NASUTION

MANFAAT KEBAIKAN

setiap kali apa yang kita katakan pada hari ini akan menimbulkan sesuatu manfaat atau mudharat pada waktu berikutnya. sadar atau tidak pasti itu akan terjadi.
setiap kali kita berbuat sesuatu pada hari ini, cepat atau lambat kita akan menuai hasilnya
olehkarena itu sahabatku sekalian marilah berbuat sesuatu yang baik
karena perbuatan yang baik pada hari ini
maka pada waktu yang akan datang pasti membawa manfaat yang lebih bagi kita
terutama bagi sekitar kita.

salam persahabatan sejati

SAYA : MUHAMMAD "ALFARISY" BALKINI NASUTION

Rabu, 06 Juli 2011

SETRES ALA BARU

Wahhhh..... liburan sudah hampir dua minggu tapi tak ada satu hari poen yang kugunakan untuk berlibur atau lebih kerennya refreshing lah. hmmmm nasib lah jang yang mangolu ni. tapi yang menjadi pertanyaan apa aku yang bodoh atau memang sudah takdir. yahhh untuk pengobat hati lebih baik takdir aja yah dibilang.
Btw (By The way) bentar lagi mo masuk sekolah. kerjaan udah mulai numpuk woiiihhh..... cape deeehhhh. ngemeng-ngemeng.... hehehe "kayak si tukul", kalo seandainya resign dari sini gimana ya. pergi ke tempat jauh, kemana aja sesuka hati. yang penting happy.
kemana ya yang enaknya kalo jalan-jalan, apa aku ke Pulau Jawa atau Kalimantan. hufff bingung aku, gara-gara ndak ada liburan jadi setres gini.

Sabtu, 21 Mei 2011

APAKAH TUHAN ITU ADA ?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

PROFESOR :"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,

"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak."

"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."

"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,

"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."

"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Dan mahasiswa itu adalah,

Albert Einstein.





NB : meniadakan kehadiran tuhan akan menimbulkan kejahatan, dekatkanlah diri kita dengan tuhan..untuk jauh dari kejahatan.

Minggu, 15 Mei 2011

PESAN SANG IBU

PESAN SANG IBU
OLEH : WIJI THUKUL

Tatkala aku menyarungkan pedang .....
dan bersimpuh diatas pangkuannya ....
tertumpah rasa kerinduanku pada sang ibu ....
tangannya yang halus mulus membelai kepalaku ...
bergetarlah seluruh jiwa ragaku ...

namun sang ibu berkata ....
anakku sayang ...
apabila kakimu sudah melankah ditengah padang ...
tancapkanlah kakimu dalam-dalam ...
dan tetaplah terus bergumam...
sebab gumam adalah mantera dari dewa-dewa

gumam mengandung ribuuan makna ,...
apabila gumam telah bersatu dengan jiwa raga ...
maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan ,....
yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar ...
yang nantinya akan mampu merobohkan istana yang penuh kepalsuan ....
gedung-gedung yang dihuni kaum munafik ....

tatanan negeri ini sudah hancur ankku ...
dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini ....
mereka hanya bisa bersolek didepan kaca ....
tapi membiarkan punggungnya penuh noda ...
dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana ...

mereka selalu menyemprot kemaluannya dengan parfum luar negeri ...
diluar berbau wangi ...
di dalam penuh dengan bakteri ...
dan hebatnya ....

sang penguasa NEGERI ini ....
pandai bermain akrobatik ....
tubuhnya mampu dilipat-lipat...
yang akhirnya ...
pantat dan kemaluannya sendiri mampu dijilat-jilat

Anakku ...
apabila pedang sudah kau cabut...
janganlah surut .... janganlah bicara soal menang dan kalah...
sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi...
mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginan ,....
keinginan hanyalah sebuah khayalan ...
yang hanya akan melahirkan harta dan kekuasaan ....
harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun yang terbang di udara....

Anakku ...
asahlah pedangmu ...
ajaklah mereka bertarung di tengah padang ...
lalu tusukkan pedangmu ditengah-tengah selangkangan mereka ...
biarkan darah tertumpah di NEGERI ini ...
satukan gumammu menjadi REVOLUSI !!!!